Nongkrong, ngamen, nyetreet, kotor, brandal, arogan, lusuh dan tersisih. Mungkin sebuah pikiran dan ucapan yang anda teriakan pada konsep PUNK yang mungkin kalian belum tahu dasar apa, kenapa dan buat siapa mereka ada.
Dalam musik ini kami berteriak bebaskan palestina.
Dalam syair ini kami menulis tentang damai dunia.
Bebaskan palestina....
Secuil suara sumbang yang mereka teriakan akan kepedulian kepada sesama Muslim di Palestina.
" Walaupun keadaan kita seperti apa dan gimana dah penampilanya tapi jangan lupa solat dan ngaji "
Iya benar, Punk Muslim sebuah komunitas dibilangan Jakarta yang berideologikan Punk namun tetap pada nilai Islam.
Berawal dari seorang Budi khoironi (Alm) Anak jebolan pesantren yang turun ke jalan buat ngamen dan jadi Punkers. Melihat semakin marutnya kondisi dan dorongan dari diri untuk kembali padaNYA, Buce panggilan akrab Budi mengajak dan merangkul teman-teman yg dijalan untuk mendirikan sebuah lembaga pengayoman tentang kehidupan denganNYA, Namun Buce tidak sendirian bersama Bowo anak Seorang Kiai yang punya misi sama dengan Buce untuk mengisi ladang dakwah dikomunitas Punk.
"Kalau bukan kita siapa lagi yg akan berdakwah dikalangan anak jalanan, Kalau mau berdakwah dikomunitas jalan elu harus ada dijalanan" begitu Bowo pernah berujar.
Sebagai generasi muda yang ingin perubahan lebih baik dan terarah, mereka yang prihatin dan gerah melihat teman-teman yang mengalami disorientasi dalam hidupnya.
Merasa tergerak hatinya Muhammad Zaki yg aktif di Dompet Dhuafa (DD) Bergabung dengan mereka, Tepat 23 mei 2007 Buce meninggal dunia akibat kecelakaan, namun sebelum menghelakan nafas yang terakhir Buce memberi amanah pada zaki untuk meneruskan cita-citanya, Dan sampai sekarang menjadi pengurus komunitas "Punk Muslim" yg berada di daerah Pulau Gadung, Jakarta.
Semakin hari semakin bertambah anggota didalamnya baik muda atau tua, pria dan wanita pun ada.Tetap berideologi Punk dan islam sebagai tuntunan mereka berjuang dijalanNYA.
"Ngamen ya ada waktunya, saat solat dan gaji jangan sampai lupa" tutur salah satu anggota dilembaga.
Bukti kepedulian mereka dengan sesama semakin kuat dengan diadakanya pengajian rutin setiap 2x seminggu, tepatnya hari senin dan kamis. Ada juga pesantren khusus pada bulan Ramadhan, Bahkan sekarang ada donatur untuk berbagi kepada Janda dan yatim piatu yg membutuhkan uluran tangan sesama.
Setiap konser musik dan event Punk mereka tampil dan menyuarakan suara islami dengan hentakan semangat distorsi, Namun pada saat tiba waktu untuk sholat mereka mengumandangkan panggilan dari Tuhan "adzan" dan mengajak yang lain untuk berjamaah.
2album berisikan 20lagu karya mereka yg salah satu albumnya diberi nama "Anarchy in the dark soul", semoga cahaya sinari hati.
Yeah, Don't judge by cover, Tinggalkan perspektif buruk kalian tentang mereka (Punk), dan saya yakin masih banyak disana para punker yg tidak kita ketahui memperjuangkan hak-hak sesama.
Dalam musik ini kami berteriak bebaskan palestina.
Dalam syair ini kami menulis tentang damai dunia.
Bebaskan palestina....
Secuil suara sumbang yang mereka teriakan akan kepedulian kepada sesama Muslim di Palestina.
" Walaupun keadaan kita seperti apa dan gimana dah penampilanya tapi jangan lupa solat dan ngaji "
Iya benar, Punk Muslim sebuah komunitas dibilangan Jakarta yang berideologikan Punk namun tetap pada nilai Islam.
Berawal dari seorang Budi khoironi (Alm) Anak jebolan pesantren yang turun ke jalan buat ngamen dan jadi Punkers. Melihat semakin marutnya kondisi dan dorongan dari diri untuk kembali padaNYA, Buce panggilan akrab Budi mengajak dan merangkul teman-teman yg dijalan untuk mendirikan sebuah lembaga pengayoman tentang kehidupan denganNYA, Namun Buce tidak sendirian bersama Bowo anak Seorang Kiai yang punya misi sama dengan Buce untuk mengisi ladang dakwah dikomunitas Punk.
"Kalau bukan kita siapa lagi yg akan berdakwah dikalangan anak jalanan, Kalau mau berdakwah dikomunitas jalan elu harus ada dijalanan" begitu Bowo pernah berujar.
Sebagai generasi muda yang ingin perubahan lebih baik dan terarah, mereka yang prihatin dan gerah melihat teman-teman yang mengalami disorientasi dalam hidupnya.
Merasa tergerak hatinya Muhammad Zaki yg aktif di Dompet Dhuafa (DD) Bergabung dengan mereka, Tepat 23 mei 2007 Buce meninggal dunia akibat kecelakaan, namun sebelum menghelakan nafas yang terakhir Buce memberi amanah pada zaki untuk meneruskan cita-citanya, Dan sampai sekarang menjadi pengurus komunitas "Punk Muslim" yg berada di daerah Pulau Gadung, Jakarta.
Semakin hari semakin bertambah anggota didalamnya baik muda atau tua, pria dan wanita pun ada.Tetap berideologi Punk dan islam sebagai tuntunan mereka berjuang dijalanNYA.
"Ngamen ya ada waktunya, saat solat dan gaji jangan sampai lupa" tutur salah satu anggota dilembaga.
Bukti kepedulian mereka dengan sesama semakin kuat dengan diadakanya pengajian rutin setiap 2x seminggu, tepatnya hari senin dan kamis. Ada juga pesantren khusus pada bulan Ramadhan, Bahkan sekarang ada donatur untuk berbagi kepada Janda dan yatim piatu yg membutuhkan uluran tangan sesama.
Setiap konser musik dan event Punk mereka tampil dan menyuarakan suara islami dengan hentakan semangat distorsi, Namun pada saat tiba waktu untuk sholat mereka mengumandangkan panggilan dari Tuhan "adzan" dan mengajak yang lain untuk berjamaah.
2album berisikan 20lagu karya mereka yg salah satu albumnya diberi nama "Anarchy in the dark soul", semoga cahaya sinari hati.
Yeah, Don't judge by cover, Tinggalkan perspektif buruk kalian tentang mereka (Punk), dan saya yakin masih banyak disana para punker yg tidak kita ketahui memperjuangkan hak-hak sesama.

Mereka jauh lebih baik dari yg sangat rapi dan berdasi kemudian mengotori negri, atau yg mensuarakan nama TUHAN kemudian memakai dana umat digelapkan..
ALLAHUAKBAR.
sumber
Komentar FB